Amankan Pasokan Listrik, Pemerintah Perlu Beri Kepastian Produksi Tambang

4 hours ago 5

loading...

Pemerintah perlu memberikan kepastian lebih awal kepada perusahaan tambang terkait rencana produksi dan penugasan pasokan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pemerintah perlu memberikan kepastian lebih awal kepada perusahaan tambang terkait rencana produksi dan penugasan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah ini penting untuk menjaga kesinambungan pasokan energi, khususnya batu bara untuk pembangkit listrik pada 2027.

Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo menegaskan kepastian tersebut perlu dimulai dari penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027 yang tidak terlalu dekat dengan pergantian tahun. Menurutnya, RKAB 2027 idealnya sudah ditetapkan paling lambat pada pertengahan November 2026.

“RKAB 2027 seharusnya maksimal sudah terbit pada pertengahan November. Dengan begitu, perusahaan tambang bisa menyusun rencana produksi 2027 dengan baik, termasuk untuk menjaga kebutuhan dalam negeri,” ujar Antonius, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi

Dia menjelaskan, kepastian produksi menjadi penting karena kebutuhan energi domestik, terutama pembangkit listrik, berlangsung secara terus-menerus. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan sumber pasokan sebelum memasuki tahun berjalan.

Selain RKAB, pemerintah dinilai perlu menetapkan penugasan kepada sumber tambang untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan kewajiban domestic market obligation (DMO) lainnya sejak jauh hari sebelum akhir tahun.

“Penugasan dari pemerintah kepada sumber tambang untuk memasok listrik dan kebutuhan DMO dalam negeri lainnya perlu ditetapkan jauh hari sebelum akhir tahun. Listrik menyala 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu tanpa libur,” katanya.

Menurutnya, pola penugasan juga perlu diarahkan menjadi penugasan jangka panjang, bukan hanya satu tahun. Kepastian tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan tambang untuk menyusun rencana produksi sekaligus membantu pengguna energi memperoleh kepastian pasokan. “Penugasan sebaiknya bersifat jangka panjang, bukan tahunan. Dengan begitu, pemasok maupun pengguna bisa menyusun perencanaan dengan lebih baik,” ujarnya.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |