loading...
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menggelar SEZ Industropolis Run 2026 dengan menargetkan 2.626 peserta. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menggelar SEZ Industropolis Run 2026 dengan menargetkan 2.626 peserta dan total hadiah Rp100 juta. Memasuki tahun ketiga, ajang tersebut diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan sport tourism, tetapi juga menjadi panggung kompetisi bagi atlet lari nasional sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
“Memasuki tahun ketiga, kami ingin SEZ Industropolis Run terus berkembang dan memiliki standar yang semakin tinggi. Kami ingin event ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi atlet dan pelari untuk menguji kemampuan, mengejar catatan terbaik, sekaligus merasakan pengalaman berlari di kawasan yang memiliki karakter unik,” ujar Kepala Departemen Corporate Office & Protocoler KEK Industropolis Batang M. Rizza Akbar dalam keterangan pers, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
SEZ Industropolis Run 2026 mengusung tema “Dari Sport Tourism Menuju Panggung Kompetisi Atlet Elit” dengan menghadirkan atlet-atlet lari nasional bersama peserta dari berbagai daerah. Lintasan yang relatif landai atau flat track dan telah tersertifikasi AIMS (Association of International Marathons and Distance Races), serta sistem pencatatan waktu berbasis timing chip, disiapkan untuk mendukung peserta mengejar catatan waktu terbaik.
Ajang tersebut menawarkan tiga kategori, yakni Half Marathon sebanyak 350 peserta, 10K sebanyak 1.300 peserta, dan 5K sebanyak 976 peserta. Total hadiah Rp100 juta, antara lain hadiah kategori Half Marathon Open sebesar Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7,5 juta untuk juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga masing-masing putra dan putri.
Dari sisi wisata dan ekonomi daerah, peserta akan melintasi kawasan industri, perkebunan karet, danau reservoir, hingga dermaga di pesisir Laut Jawa. Kepala Bapperida Kabupaten Batang Bagus Pambudi mengatakan kegiatan tersebut berpotensi memperkenalkan Batang dari sisi lain sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui pergerakan masyarakat dan aktivitas pendukung selama kegiatan berlangsung.


















































