![]() |
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin panen raya jagung di Kawasan Tolol Fanda, di lingkungan Lelamase, Rabu (2/4). |
bimanews.id-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menghadiri panen raya jagung di pegunungan Kelurahan Dodu. Kegiatan tersebut dimotori lurah dan kelompok tani setempat
Lurah Dodu Yahya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai penanda bahwa musim panen telah tiba. Di Dodu kata dia, ada sekitar 63 hektare lahan yang ditanami jagung oleh 127 orang petani.
"Panen dilakukan warga hingga Mei mendatang," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan So Tolo Fanda, Rabu sore (2/4).
Diakuinya hasil pengen tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena curah hujan cukup bagus mulai masa tanam awal Desember lalu hingga panen ini.
Yahya berharap hasil panen jagung tahun ini terserap dengan baik, dengan harga yang bagus.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, semoga panen tahun ini diberikan keberkahan dari Allah SWT. Walaupun sedikit bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. "Saya lihat tanaman jagung sepanjang jalan sangat bagus," katanya.
Terkait masalah harga kata dia, sudah melakukan rapat. Bulog akan membeli sesuai harga standar Rp 5.500. Hanya saja yang diserapBulog terbatas, disesuaikan dengan kapasitas gudang yang ada. Untuk masalah ini akan dilakukan rapat lagi dengan Bulog dan CPI.
Dia juga mengaku akan terus mendukung petani jagung bisa produksi maksimal. Berharap warga bisa berpartisipasi untuk menjaga lingkungan.
Kenapa ini penting, sebab saat ini ada anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk program pengendalian banjir. Tapi kalau anggaran itu dialihkan yang lain warga pasti akan sejahtera.
"Banjir ini dampaknya sangat buruk, bahkan menelan anggaran tidak sedikit untuk perbaikan infrastruktur," tegasnya.
Pada kesempatan itu, H Man berharap warga untuk beralih ke tanaman keras, tanaman tahunan seperti kemiri. Karena permintaan Kemiri diluar negeri sangat tinggi. Saat ini kemiri Indonesia hanya bisa ekspor ke Arab saja.
"Ini salah satu solusi untuk kita," gambar mantan Ketua Fraksi Demokrata DPRD Provinsi NTB ini.
Dia juga mengaku sudah meminta dukungan pada Gubernur NTB untuk pengalihan dari jagung ke Kemiri. Bahkan gubernur kata dia siap membantu.
"Saya akan undang warga untuk melihat pemanfaatan tanaman seperti Kemiri," tegasnya. (nk)