loading...
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat bisnis maritim terintegrasi melalui penerapan prinsip SIAP. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat bisnis maritim terintegrasi melalui penerapan prinsip Solutive, Integrity, Adaptive, Proven (SIAP) untuk meningkatkan kualitas layanan, keunggulan operasional, dan daya saing perusahaan. Strategi tersebut dikembangkan seiring perjalanan 57 tahun PTK dalam menyediakan jasa maritim bagi kebutuhan kapal captive maupun non-captive.
"PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus 'Solutive' atau memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end, dari mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, dan ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK," kata Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala dalam keterangan pers, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Nasib Harga BBM Subsidi saat Minyak Dunia Tembus USD100/Barel
Menurut Harris, prinsip Integrity menjadi komitmen perusahaan untuk memberikan layanan secara optimal kepada pelanggan dengan mengedepankan tata kelola dan profesionalisme. Sementara prinsip Adaptive diterapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pasar maupun kondisi operasional yang terus berkembang.
Adapun prinsip Proven, kata dia, menjadi bukti atas pengalaman dan keandalan PTK dalam menjalankan bisnis maritim. Fondasi tersebut menjadi modal perusahaan untuk memastikan operational excellence dapat dirasakan pelanggan melalui layanan yang profesional dan konsisten.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping Saptiadi Nugraha selaku Pemegang Saham Mayoritas PTK mengatakan Subholding Integrated Marine Logistics (IML) berkomitmen mendukung penguatan bisnis PTK melalui penyediaan layanan marine dan logistic yang andal, terintegrasi, serta berkelanjutan.

















































