PLN EPI Pasok 350 Ton Cangkang Sawit via Laut ke PLTU Tidore

2 days ago 7

loading...

PLN EPI memasok 350 ton cangkang sawit melalui Laut untuk cofiring biomassa ke PLTU Tidore bekerja sama dengan PT Bumi Indawa Niaga. FOTO/Dok.

JAKARTA - PT PLN Energi Primer ( PLN EPI ) memasok sebanyak 350 ton cangkang sawit melalui laut untuk keperluan cofiring biomassa ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore, bekerja sama dengan PT Bumi Indawa Niaga (BIN).PLTU Tidore di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, menjadi salah satu lokasi penerapan cofiring biomassa.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, program cofiring ini merupakan upaya PLN untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar melalui pemanfaatan limbah yang bernilai tambah. Menurut dia,setelah uji coba, cangkang sawit yang bersumber dari perkebunan di kepulauan sekitarnya dipilih sebagai jenis biomassa untuk cofiring PLTU Tidore.

Untuk keperluan pasok biomassa cangkang sawit tersebut, PLN EPI menggandeng PT Bumi Indawa Niaga (BIN), perusahaan agribisnis yang memanfaatkan limbah cangkang sawit dari pabrik kelapa sawit milik sister company-nya, PT Gelora Mandiri Membangun. Kolaborasi dengan PT BIN ini menurutnya merupakan kolaborasi strategis untuk bisa mendukung keberlanjutan energi di Maluku Utara.

"Dengan inovasi seperti ini, kami tidak hanya memperkuat sistem energi berbasis lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 23% pada 2025," ungkap Iwan dalam keterangan pers, Sabtu (29/3/2025).

Sementara itu, Ketut Adi Laskito dari PT BIN menyatakan dukungan penuhnya terhadap program Pemerintah.Dengan kerja sama ini, kata dia, PT BIN tidak hanya mendukung transisi energi bersih tetapi juga memberikan solusi ekonomi untuk memanfaatkan limbah kelapa sawit secara maksimal. “Kami berharap kerja sama jangka panjang dengan PLN EPI dan PLTU Tidore dapat terus berkembang," ucapnya.

Menurut Ketut, pengiriman cangkang sawit ke PLTU Tidore memiliki tantangan tersendiri. Lokasi PLTU dan Tidore yang terletak di kepulauan membutuhkan akses transportasi laut. Tak hanya itu, produksi cangkang sawit sangat bergantung pada cuaca. Hal ini membuat pasokan cangkang sawit yang didapat dari limbah hasil produksi jadi fluktuatif dan tidak menentu.

Dikarenakan dua faktor tersebut, ditambah dengan terbatasnya transportasi kapal, PT BIN menerapkan metode tumpang atau joint cargo transportation. "Kapal tak hanya memuat pasokan cangkang sawit tetapi juga komoditas lain, yaitu palm kernel atau inti buah sawit yang akan dikirim ke Jawa Timur sebesar 1.500 ton," jelasnya.

Namun, imbuh dia, apabila pasokan dari PT BIN terus meningkat secara kapasitas sesuai dengan kebutuhan dari PLTU yang semangkin meningkat, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengirim pasokan biomassa dari sumber lain serta menggunakan dedicated shipping.

Pemerintah Indonesia terus mendorong penerapan energi baru dan terbarukan (EBT) di sektor energi, di mana salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi cofiring biomassa pada PLTU. Sepanjang tahun 2024 lalu, PLN EPI berhasil mengirim biomassa sebanyak 1,62 juta ton, dengan penurunan emisi karbon mencapai 1,87 juta ton CO2. Target pengiriman biomassa tahun 2025 meningkat menjadi 3 juta ton untuk seluruh PLTU PLN Grup.

(fjo)

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |