loading...
Rangkaian acara Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Waste4Change mendorong pengelolaan sampah menjadi bagian dari keputusan strategis organisasi untuk memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Sepanjang 2025, inisiatif kolaborasi pengurangan sampah yang dijalankan bersama para mitra berhasil mengalihkan 38,62 juta kilogram sampah dari tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Keberlanjutan hari ini tidak lagi cukup berhenti pada komitmen. Organisasi semakin dituntut untuk menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam sistem, investasi, dan dampak yang dapat diukur," ujar CFO atau Direktur Keuangan Waste4Change Martinus D Adrian Manorek dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Membayar Tagihan Listrik dengan Sampah
Menurut Martinus, pengelolaan sampah kini tidak hanya menjadi fungsi pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari keputusan strategis organisasi. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih luas antara sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Waste4Change mencatat kontribusi tersebut melalui Award4Change yang digelar dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan 42 mitra dan instansi, dengan total 43 bentuk pengakuan dalam empat kategori yang mencakup penguatan pengelolaan sampah pemerintah daerah, kemitraan strategis dan inovasi, pengelolaan sampah sektor hospitality serta hunian, dan praktik pengelolaan sampah di sektor korporasi dan komersial.
Kontribusi para mitra meliputi konsistensi pengelolaan sampah di berbagai lokasi, pengurangan dan pengalihan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, inovasi, serta penguatan kemitraan lintas sektor. Waste4Change menempatkan kegiatan tersebut bukan sebagai kompetisi atau pemeringkatan, melainkan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan capaian dalam menghadapi persoalan persampahan.
Martinus mengatakan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab membutuhkan langkah konsisten agar dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang. “Kami berharap praktik baik yang diapresiasi hari ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil langkah serupa dan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI) Ignesjz Kemalawarta mengatakan perubahan iklim menuntut dunia usaha mempersiapkan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. "Kesiapan menghadapi masa depan harus dibangun sejak sekarang melalui praktik bisnis yang berkelanjutan dan kolaborasi nyata menuju net zero," ujarnya.


















































