Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026

7 hours ago 7

loading...

PT Concord Industry berpartisipasi aktif dalam ajang Pameran Keramika 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Concord Industry terus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan industri keramik nasional di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi sektor manufaktur. Langkah strategis ini ditegaskan melalui partisipasi aktif dan pengenalan inovasi produk terbaru dalam ajang Pameran Keramika 2026.

"Perjalanan kami dimulai dari produksi keramik, dan kami telah berkembang hingga memproduksi granit dengan berbagai ukuran, dan kami juga memiliki sejumlah merek unggulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar," kata Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, Herman Hamzah dalam acara Pameran Keramika 2026 di Nusantara International Exhibition, PIK 2, Jakarta, dikutip pada Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah

Herman menjelaskan bahwa produsen ubin lokal yang didirikan oleh Lin Kuang Ming sejak 2011 ini terus mengalami pertumbuhan pesat. Pabrik yang berlokasi di Karawang Timur, Jawa Barat tersebut telah memulai produksi masal sejak tahun 2015 dan kini bertransformasi menjadi salah satu pemain utama penyuplai kebutuhan material bangunan domestik.

Awalnya hanya fokus pada ubin keramik biasa, kini Concord Industry telah mampu memproduksi granit ukuran besar 60x120 cm guna memenuhi tren arsitektur yang terus berkembang. Melalui pameran tahunan ini, perusahaan memamerkan portofolio lengkapnya mulai dari merek keramik Concord, Icarus, Delta, Hector, dan Gracia, hingga kategori granit premium seperti Pavia dan Fortuna yang menyasar pasar spesifik.

Meski demikian, Herman tidak menampik bahwa industri keramik nasional saat ini sedang menghadapi tekanan yang cukup besar dari sisi makroekonomi. Penyesuaian biaya operasional terpaksa dilakukan akibat adanya kenaikan harga gas industri dari 6 dolar AS menjadi 21 dolar AS per MMBTU, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |