Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan

9 hours ago 3

loading...

Dialog bertajuk Ekonomi Restoratif: Mendorong Kebijakan dan Pembiayaan untuk Inisiatif Berbasis Alam di Institut Français Indonesia, Jakarta. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan pembangunan tidak lagi dapat dipisahkan dari upaya perlindungan lingkungan dan pemulihan ekosistem. Menurut dia, paradigma pembangunan perlu bergeser agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian alam demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Jangan vis a vis. Yang sudah kadung merusak akan kita berikan jeweran supaya mereka mau memulihkan lingkungan. Kita sedang mendata mereka. Itu yang akan kita kerjakan nanti," kata Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dalam dialog bertajuk Ekonomi Restoratif: Mendorong Kebijakan dan Pembiayaan untuk Inisiatif Berbasis Alam di Institut Français Indonesia, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan

Jumhur mengatakan pemerintah mendorong pendekatan development through environmental protection atau pembangunan melalui perlindungan lingkungan. Menurut dia, pelaku usaha yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan perlu didorong untuk berkontribusi dalam program pemulihan ekosistem sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, The PRAKARSA memperkenalkan konsep ekonomi restoratif sebagai pendekatan yang mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan penciptaan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Direktur Eksekutif The PRAKARSA Victoria Fanggidae mengatakan hasil riset yang dilakukan lembaganya diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan nasional.

"Kami ingin menghadirkan suara mereka dari lapangan lewat film ini. Harapan kami, temuan riset ini dapat terhubung sehingga bisa menjadi agenda bersama, menjangkau ruang para pembuat kebijakan di Jakarta dan tidak jadi gerakan sendiri-sendiri," ujar Victoria.

Dialog tersebut dirangkai dengan pemutaran film dokumenter yang mengangkat praktik pemulihan ekosistem di empat daerah, yakni Siak (Riau), Tamanmartani di Kabupaten Sleman (Yogyakarta), Sigi (Sulawesi Tengah), dan Tampelas di Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah). Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, sektor keuangan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta media untuk membahas pengembangan ekonomi berbasis alam.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |