Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda

7 hours ago 12

loading...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen tersebut saat bertemu dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang. Foto/Dok

JAKARTA - Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Abadi Masela di Laut Arafura yang telah tertunda selama puluhan tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen tersebut saat bertemu dengan CEO INPEX Corporation , Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang.

Dalam pertemuan yang berlangsung Minggu (15/3) waktu setempat, pemerintah menekan agar proyek gas raksasa tersebut segera masuk tahap keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID). Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun.

Menurut Bahlil, percepatan proyek menjadi penting karena Lapangan Abadi Masela memiliki peran strategis sebagai sumber pasokan gas bagi industri nasional sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri

Ia mengungkapkan, progres pembangunan proyek saat ini telah mencapai sekitar 25%. Pemerintah menargetkan tahap Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal II 2026 atau paling lambat kuartal III 2026, sehingga proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) dapat berjalan paralel.

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun tertunda," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Untuk mempercepat kepastian investasi, pemerintah juga membuka opsi pembelian gas dari Lapangan Abadi oleh Danantara apabila hingga akhir April 2026 belum terdapat pembeli yang menyerap produksi gas tersebut.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |