Menuju Tujuh Dekade, Astra Perteguh Nilai Catur Dharma

3 hours ago 3

loading...

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri) saat memberikan penghargaan pada acara Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024. Foto/istimewa

JAKARTA - Menjelang usia ke-69 tahun, Astra International menegaskan posisinya sebagai salah satu korporasi nasional yang terus bertumbuh di tengah dinamika global. Perjalanan panjang tersebut tidak hanya ditopang oleh kinerja bisnis, tetapi juga oleh fondasi nilai, kekuatan sumber daya manusia, serta strategi ekspansi yang terukur.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menyebut perjalanan hampir tujuh dekade perusahaan merupakan refleksi dari proses panjang yang dibangun bersama bangsa.

“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa,” ujar Djony dalam wawancara bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Komitmen Sosial Berkelanjutan, Astra Rayakan 69 Tahun

Menurut Djony, sejak awal berdiri, Astra dibangun di atas filosofi yang kuat yang diwariskan pendirinya, William Soeryadjaya. Filosofi tersebut diwujudkan dalam nilai Catur Dharma yang menjadi pedoman dalam setiap langkah perusahaan.

Ia mengibaratkan Astra sebagai “pohon rindang”, yakni perusahaan yang tidak hanya tumbuh kokoh, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Sementara nilai Catur Dharma, kata dia, tidak sekadar menjadi prinsip tertulis, melainkan dihidupi dalam setiap keputusan dan kerja sama bisnis.

Lihat video: Barisan Kendaraan Canggih Astra Group Guncang Japan Mobility Show 2025

“Nilai ini menjadi kompas bagi seluruh insan Astra dalam memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah dinamika zaman,” ujarnya.

Nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam strategi melalui 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Kerangka ini dirancang untuk menyeimbangkan kinerja bisnis dan keberlanjutan jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.

Dalam perjalanannya, Astra telah melewati berbagai fase, mulai dari dinamika politik dan ekonomi nasional, krisis moneter, disrupsi teknologi, pandemi Covid-19, hingga ketidakpastian geopolitik global.

Djony menegaskan, konsistensi dalam mengamalkan nilai Catur Dharma menjadi kunci utama agar perusahaan tetap relevan.

“Pengamalan Catur Dharma oleh para pemimpin Astra dalam setiap keputusan dan langkah perusahaan merupakan keniscayaan. Lead by example,” kata dia.

Ia menambahkan, internalisasi nilai dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program di seluruh jenjang organisasi. Evaluasi pun dilakukan secara berkala agar budaya perusahaan tetap relevan dan efektif dalam mendukung kinerja.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |