Rupiah di Awal Pekan Tergelincir Jatuh ke Level Rp17.721 per Dolar AS

12 hours ago 9

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (24/8/2026) usai tergelincir 27 poin atau turun sekitar 0,15% ke posisi Rp17.721. Foto/Dok

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (24/8/2026) usai tergelincir 27 poin atau turun sekitar 0,15% ke posisi Rp17.721 per dolar AS. Sementara itu tren kenaikan tipis kurs rupiah terlihat pada data JISDOR BI di awal pekan, usai bertengger pada level Rp17.703 per USD, atau sedikit lebih baik dari sesi sebelumnya Rp17.705.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni AS menyatakan akan mengumumkan rangkaian sanksi paling keras terhadap Iran dan menyebut bahwa "D-Day ekonomi" akan segera tiba bagi Iran.

“Pernyataan Bessent muncul setelah sejumlah pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, memperingatkan adanya perang ekonomi terhadap negara tersebut, di tengah kebuntuan yang terus berlanjut di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menurut Ibrahim, Bessent diperkirakan akan memaparkan sanksi baru terhadap Iran dalam konferensi pers pada hari Senin pukul 14.00 waktu setempat (18.00 GMT).Baca Juga: Rupiah Menguat 0,75% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan

Sebelumnya, Iran mengecam rencana AS untuk mengumumkan sanksi baru, meskipun Presiden Masoud Pezeshkian menyerukan solusi diplomatik. Mohsen Rezaee, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan bahwa "tidak akan ada satu tetes minyak pun yang diekspor" melalui Hormuz atau "di mana pun di Teluk Persia" jika perang ekonomi terus berlanjut.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |