Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah

7 hours ago 4

loading...

Ancaman sanksi ekonomi AS menempatkan banyak mitra dagang utama Iran -termasuk China yang memborong lebih dari 80% ekspor minyak mentah Iran-dalam posisi serba salah di tengah tensi geopolitik yang memanas. Foto/Dok

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan apa yang ia sebut sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan dalam sejarah. Peringatan keras ini ditujukan kepada negara manapun yang berani memberi tali penyelamat (lifeline) bagi Iran di tengah perang yang sudah berkecamuk hampir enam bulan.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa Washington meluncurkan deklarasi "Economic D-Day". Strategi isolasi total ini dirancang untuk melumpuhkan perekonomian Teheran yang kini dinilainya berada di ujung tanduk.

Baca Juga: Trump Tunda Tarif Impor 50% ke Kanada di Menit Terakhir, Ada Apa?

AS mengancam akan menghantam sanksi ekonomi kepada entitas bisnis atau pemerintah negara manapun yang memfasilitasi transaksi keuangan maupun logistik dengan Iran. Aktivitas krusial yang diperintahkan untuk segera dihentikan mencakup, penyelundupan minyak & ship-to-ship transfer.

Lalu jalur pertukaran finansial (Swap Lines) dan transfer tunai. Ditambah penggunaan perusahaan bayangan (Front Companies) & registrasi kapal. Baca Juga: Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Iran, Trump Minta Sudah Terima Saja

Ancaman ini menempatkan banyak mitra dagang utama Iran -termasuk China yang memborong lebih dari 80% ekspor minyak mentah Iran-dalam posisi serba salah di tengah tensi geopolitik yang terus memanas.

Pernyataan keras Trump muncul tidak lama setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penghentian total seluruh kegiatan perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran. Langkah ini diambil UEA setelah insiden peluncuran dua rudal dari Iran yang jatuh di wilayah perairan mereka.

Meskipun militer dan fasilitas energi Iran terus diserang, pejabat senior Teheran menegaskan bahwa tekanan ekonomi maupun gertakan sanksi tidak akan melunakkan posisi negosiasi mereka.

(akr)

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |