Survei RISED: 81% Keluarga Rentan Dukung Program MBG jadi Bantalan Ekonomi

2 hours ago 6

loading...

Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis temuan awal studi yang menunjukkan 81% keluarga rentan mendukung keberlanjutan Program MBG. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis temuan awal studi yang menunjukkan 81% keluarga rentan mendukung keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bantalan ekonomi rumah tangga. Studi ini menyoroti dampak mikro program terhadap pengeluaran keluarga dan kebiasaan makan anak, di tengah besarnya alokasi fiskal untuk program prioritas nasional tersebut.

"Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi seperti dikutip, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Presiden Heran Ada Profesor Hina dan Tuding Hamburkan Uang Negara demi MBG

Studi yang melibatkan sekitar 1.800 orang tua itu mencatat 36% rumah tangga melaporkan penurunan pengeluaran harian sejak program berjalan, terutama untuk bekal makan dan uang saku anak. Namun, 63% responden menyebut penghematan masih di bawah 10% dari total pengeluaran bulanan, sehingga program dinilai lebih berfungsi sebagai bantalan konsumsi kecil ketimbang instrumen peningkatan daya beli secara luas.

Mayoritas responden juga menyatakan program berjalan relatif konsisten dengan 84% anak menerima MBG setiap hari sekolah. Meski demikian, sekitar 69% orang tua mengaku anak mereka baru menerima program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjang terhadap ekonomi keluarga dan kualitas gizi belum dapat diukur secara memadai.

Dari sisi perilaku, perubahan paling terasa terlihat pada kebiasaan makan anak. Sebanyak 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, sementara 55% menyatakan anak lebih mudah menerima variasi menu. RISED menilai perubahan perilaku ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, meskipun dampak terhadap status gizi dan capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi lanjutan.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |