Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global

13 hours ago 13

loading...

Maluku Utara memperkuat perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel terintegrasi di dunia melalui North Maluku Sustainability Trip. Foto/Dok

WEDA - Maluku Utara memperkuat perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel terintegrasi di dunia melalui North Maluku Sustainability Trip yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang & Industri (Kadin) Komite Bilateral UK dan Irlandia beserta Kadin Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah organisasi internasional terkemuka, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara serta mendiskusikan bagaimana kawasan ini dapat menjadi referensi global bagi praktik responsible downstreaming di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap rantai pasok mineral kritis yang berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru U.S. Geological Survey (USGS), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada tahun 2026 sebesar 62 juta ton atau setara sekitar 44,3% cadangan global. Di mana sekitar 90 persen berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Baca Juga: Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi

Seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan rantai pasok mineral kritis, Maluku Utara semakin menunjukkan perannya sebagai contoh bagaimana hilirisasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab tuntutan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin tinggi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan, “Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari industri hilirisasi khususnya di nikel. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi daerah.”

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmen untuk terus mendorong penguatan pengawasan lingkungan, transparansi, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan industri agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

“Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya,” ujar Sherly.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |