loading...
Investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis blockchain terus meningkat. FOTO/Shutterstock
JAKARTA - Platform perdagangan aset keuangan digital Bittime mencatat transaksi Tokenized US Stocks meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan menguatnya minat investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis blockchain. Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar Real World Assets (RWA) global yang kini telah mencapai nilai sekitar USD30 miliar.
"Investor kini semakin memahami dari mana imbal hasil berasal dan bagaimana aset tersebut dikelola. Perkembangan stablecoin juga membuka jalan bagi tokenisasi aset lain seperti US Treasury dan saham Amerika Serikat," ujar Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja seperti dikutip pada Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Bittime Dukung OJK Perketat Pengawasan Platform Kripto Tanpa Izin
Rania mengatakan pertumbuhan RWA turut ditopang oleh peningkatan nilai pasokan stablecoin global yang kini mencapai sekitar USD300 miliar. Menurut dia, perubahan perilaku investor yang semakin selektif juga mendorong minat terhadap aset ter-tokenisasi karena investor tidak hanya mempertimbangkan imbal hasil (yield), tetapi juga transparansi, keamanan, dan kualitas aset dasar (underlying asset).
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pasar RWA di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan potensi tersebut, kata Rania, diperlukan kerangka regulasi yang proaktif dan responsif guna meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong inovasi di sektor aset digital.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan perkembangan tersebut memperkuat posisi strategis Indonesia dalam peta industri aset digital global. Menurut dia, kepastian hukum yang diikuti antusiasme investor menjadi modal penting untuk membangun ekosistem investasi aset digital yang semakin matang.


















































