Pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi RI-AS Dinilai Bisa Jadi Penentu Arah Ekonomi

10 hours ago 11

loading...

Pelaku ekonomi, Engel Glendy Sahanggamu (tiga kiri). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pelaku ekonomi, Engel Glendy Sahanggamu menanggapi pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi (Council of Trade and Investment) oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah tersebut mencerminkan visi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membaca momentum geopolitik dan ekonomi global. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, keputusan membentuk forum strategis bilateral dinilai sebagai terobosan diplomasi ekonomi yang patut diapresiasi.

"Forum bilateral tersebut bukan sekadar simbol penguatan hubungan diplomatik, melainkan instrumen konkret yang dapat menentukan arah kebijakan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan," kata Engel melalui keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Hanya Amankan 2% Total Perdagangan Nasional

Dalam konteks diplomasi ekonomi, pertemuan dan penandatanganan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam membuka babak baru hubungan perdagangan yang lebih terukur dan terarah. Kata dia, pembentukan council tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertegas posisinya dalam peta ekonomi dunia, terutama sejauh mana dampaknya dapat dirasakan pelaku usaha dan industri nasional secara nyata.

Di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif, Engel menilai dewan tersebut bisa menjadi instrumen stabilisasi sekaligus akselerasi pertumbuhan nasional. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada konsistensi kebijakan, transparansi negosiasi, dan ketegasan menjaga kepentingan domestik. “Ini bukan hanya soal hubungan dua presiden, tapi bagaimana Indonesia memosisikan diri dalam peta ekonomi dunia. Council ini bisa menjadi penguat fondasi atau justru titik kritis, semua bergantung pada cara kita memainkannya,” tegas Pemilik PT Equinara Global Prima ini.

Engel melihat Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terhadap sumber daya strategis Indonesia, terutama mineral kritis yang dibutuhkan dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |