loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat penanganan ketersediaan pasokan semen di Aceh melalui optimalisasi produksi dan distribusi. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat penanganan ketersediaan pasokan semen di Aceh melalui optimalisasi produksi dan distribusi di lingkungan SIG Group. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pasar yang sempat memicu keterbatasan pasokan dan fluktuasi harga semen di sejumlah wilayah.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," kata Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam keterangan resmi, Rabu (5/6/2026).
Baca Juga: Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Dalam kunjungan kerja ke Aceh, Indrieffouny memimpin koordinasi lapangan sekaligus meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga. Ia mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik, serta memimpin rapat koordinasi bersama jajaran manajemen guna mempercepat pemulihan pasokan. Kunjungan juga dilanjutkan dengan meninjau jaringan distribusi dan berdialog dengan distributor utama untuk memastikan ketersediaan semen di pasar.
Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG menegaskan komitmennya menjaga kelancaran pasokan semen bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan pembangunan di wilayah Sumatra. Untuk mempercepat normalisasi pasar, perusahaan mengoptimalkan produksi dan pengiriman dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah pasokan melalui Packing Plant Malahayati.
SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar penyaluran semen ke pasar berlangsung lebih cepat dan efektif. Selain itu, perusahaan melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.


















































