PFII Dibentuk, Indonesia Incar Arus Dana Global di Tengah Gejolak Geopolitik

15 hours ago 8

loading...

Mohamad Hekal bersalaman dengan Menkeu Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI membahas RUU PFII di Jakarta. Foto: Instagram/@mohamad.hekal

JAKARTA - Di tengah ketidakpastian geopolitik dan pergeseran arus modal dunia, Indonesia melihat peluang besar untuk menarik dana internasional yang tengah mencari destinasi investasi baru. Melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga tumbuh sebagai pusat aktivitas keuangan global di kawasan.

Ketua Panja RUU PFII sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, mengatakan pembentukan PFII merupakan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang harus segera diwujudkan. Menurut Hekal, percepatan pembentukan PFII didorong oleh momentum global yang membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik perpindahan dana internasional yang saat ini tengah mencari ‘rumah baru’.

"Di dalam Undang-Undang P2SK sudah dilahirkan ide PFII dan disebutkan bahwa PFII akan dibentuk dengan undang-undang serta diberi waktu tiga bulan. Bukan karena urgensi undang-undangnya, tetapi urgensi waktu terkait dengan kondisi geopolitik. Saat ini banyak dana global, termasuk family wealth , sedang mencari rumah baru. Kalau Indonesia tidak segera menyediakan rumah baru, mereka akan memilih negara lain dan belum tentu berpindah lagi dalam waktu dekat," kata Hekal dalam acara Indonesia Business Forum di televisi swasta, Rabu (29/7/2026) malam.

Baca Juga : Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta

Hekal menjelaskan ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, serta perubahan lanskap ekonomi global menciptakan peluang bagi Indonesia untuk menarik arus modal internasional. Menurutnya, PFII menjadi bagian dari transformasi besar Indonesia agar tidak lagi hanya menjadi pencari modal, tetapi menjadi pusat aktivitas keuangan global.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |