PLN Perkuat Infrastruktur Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center 25 GW pada 2034

7 hours ago 7

loading...

Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN Nayusrizal dalam opening keynote Data Centre Power Forum pada ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik sektor data center yang diproyeksikan mencapai 25.297 megawatt (MW) pada 2034. Langkah itu diambil seiring pertumbuhan pusat data yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital di Indonesia.

"Peran kami sekarang bukan lagi sekadar menjual listrik. Peran kami adalah memungkinkan pertumbuhan infrastruktur digital," kata Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN Nayusrizal dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Mencari Pom Listrik di Bandung Kini Cukup dari Genggaman Tangan

Hal itu disampaikan dalam opening keynote Data Centre Power Forum pada ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026). Nayusrizal menyampaikan, kapasitas IT terpasang pusat data di Indonesia saat ini sekitar 580 MW pada 2026 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,5 gigawatt (GW) pada 2030. Berdasarkan proyeksi PLN, kebutuhan kapasitas listrik sektor data center dapat melonjak tajam menjadi 25.297 MW pada 2034.

Saat ini, PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung sekitar 1.990 megavolt ampere (MVA), di mana sekitar 99 persen masih terkonsentrasi di sistem Jawa-Madura-Bali (JAMALI), terutama Jakarta Raya, Jawa Barat, dan Banten. Namun, pengembangan pusat data mulai bergerak ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, sehingga kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi kian krusial.

Menurut Nayusrizal, besarnya pertumbuhan kebutuhan listrik sektor data center menuntut kesiapan jaringan, gardu induk, pembangkitan, serta perencanaan pasokan yang terintegrasi. Selain pasokan listrik, operator data center juga membutuhkan keandalan jaringan, kecepatan koneksi, kepastian komersial, serta akses terhadap energi hijau dalam menentukan lokasi dan pengembangan pusat data.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |