Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz

7 hours ago 6

loading...

Iran secara tegas menolak klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan dapat menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. FOTO/AP

JAKARTA - Iran secara tegas menolak klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan dapat menjadikan Selat Hormuz sebagai "wilayah Amerika Serikat". Kendali atas pembukaan dan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut tetap berada di tangan Iran.

"Selat Hormuz telah menjadi milik Iran, merupakan milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam unggahan di platform X yang dikutip dari The Hill, Minggu (16/6/2026).

Baca Juga: Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris

Penolakan itu kembali memperuncing ketegangan antara Teheran dan Washington di tengah gangguan lalu lintas kapal serta pasokan energi global. Gharibabadi mengatakan AS tidak memiliki kewenangan untuk mengklaim Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan menjadi salah satu titik utama konflik.

Ia juga menyatakan Iran akan mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran tersebut selama AS belum menerima apa yang disebutnya sebagai kenyataan kekalahan dan masih terjebak dalam "khayalan". Pernyataan tersebut merespons pidato Trump di sebuah akademi kepolisian di New York pada Jumat.

Trump dalam pidatonya mengemukakan rencana untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS, meskipun jalur strategis tersebut secara geografis berada di antara Iran dan Oman serta memiliki status pelayaran internasional. "Dalam waktu dekat, saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump dalam pidatonya tersebut.

Trump sebelumnya juga berulang kali mengklaim AS telah mengendalikan Selat Hormuz. Ia mengatakan tidak ada pihak lain yang menguasai jalur tersebut dan menilai operasi Angkatan Laut AS di kawasan berjalan dengan baik.

Namun, klaim tersebut mendapat bantahan dari sejumlah kalangan. Mantan diplomat AS Richard Haass menegaskan tidak ada satu negara pun yang secara sepihak menguasai Selat Hormuz, sementara pembawa acara Fox News Bret Baier menyebut lalu lintas kapal di jalur tersebut telah menyusut drastis.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |