Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara

18 hours ago 12

loading...

Istana buka suara soal alasan di balik keputusan pemerintah mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Foto/Dok

JAKARTA - Pemerintah berkomitmen mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter demi menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat jadi prioritas bagi Presiden RI Prabowo Subianto.

“Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET MinyaKita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat meningkatnya harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).

Qodari melanjutkan, pemerintah memahami harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama masyarakat. Karena itu, stabilitas harga MinyaKita menjadi penting.Baca Juga: Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik

“Pemerintah juga mendengar, melihat, dan memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga MinyaKita ,” katanya.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya

Ia menegaskan, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan MinyaKita di pasar.

“Selain mempertahankan harga, pemerintah juga menegaskan bahwa distribusi MinyaKita berfokus pada pasar rakyat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan distribusi dan efisiensi tata niaga MinyaKita,” ujar Qodari.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |