APBD Kota Bima Tahun 2026 Turun Menjadi Rp 790 Miliar

2 days ago 12
Wali Kota
Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin

bimanews.id-Kondisi keuangan daerah Kota Bima tahun anggaran 2026 mengalami penurunan yang drastis dibandingkan tahun sebelumnya. APBD Kota Bima tahun 2026 sekitar Rp 790 miliar atau berkurang Rp 303 miliar dibandingkan dengan total APBD tahun 2025  Rp 1,93 triliun. 

Penurunan APBD ini disampaikan Wali Kota Bima, HA Rahman pada apel gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan Tinggi Pratama Jabatan Sekda Kota Bima, penyerahan Mobil Pemadam Kebakaran, serta bantuan rombong usaha bagi pelaku UMKM di Halaman Kantor Wali Kota,  Senin (05/01).

"Total pendapatan Kota Bima tahun 2026 sebesar 716 miliar. Turun sebesar 352 miliar dibandingkan dengan pendapatan tahun 2025  sebesar Rp 1,69 triliun, " sebutnya. 

Disaat pendapatan daerah turun drastis kata Wali kota, di sisi lain terjadi peningkatan kebutuhan belanja, terutama sebagai akibat penerimaan PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu tahun 2025.

"Total kebutuhan gaji PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu tahun 2026 sekita Rp 142 miliar. Naik Rp 45 miliar dibandingkan kebutuhan gaji dan PPPK tahun 2025," ujarnya.

Angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi merupakan realitas yang harus  dihadapi bersama. Dengan kondisi anggaran yang berkurang sangat besar ini, daerah dituntut untuk mengatur dan mengelola keuangan daerah secara lebih cermat, bijak, dan bertanggung jawab, agar tetap mampu memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dan menjalankan program-program prioritas.

Kendari demikian, pemerintah daerah tetap akan melaksanakan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima Rp. 32 miliar, pengadaan tanah dukungan proyek NUFReP Rp 10 miliar, aspal jalan Rp 5 miliar, drainase dukungan proyek NUFReP Rp. 3 miliar.

Selain itu, kelanjutan pembangunan lapangan Serasuba sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi dan budaya Rp 5 miliar, program PKH daerah Rp 3 miliar, bantuan rumah layak huni Rp 1,4 miliar.

"Hibah kelanjutan pembangunan masjid agung Al Muwahidin Rp. 2,5 miliar, dukungan untuk pelaksanaan MTQ mulai tingkat kelurahan sampai dengan tingkat Kota Bima serta honor guru ngaji, imam, marbot, ketua RT dan ketua RW tetap diberikan," tegasnya.

Wali Kota juga berharapseluruh ASN dapat menjadi corong informasi pemerintah yang baik kepada masyarakat. Sampaikan dengan jujur dan berimbang, bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2026 memang tidak mudah, namun pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen untuk bekerja keras, melayani, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

"Kepada lebih kurang 8 ribu ASN se Kota Bima, saya imbau jadilah corong informasi pemerintah yang baik bagi masyarakat," imbuhnya. (red) 

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |