Enam Tahun Perjalanan Pintu Hadirkan Layanan Trading dan Investasi Aset Kripto

7 hours ago 10

loading...

SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra mengungkapkan, memasuki tahun keenam, kami melihat industri crypto di Indonesia semakin matang, baik dari ekosistem yang semakin lengkap, regulasi yang semakin jelas, hingga adopsi yang semakin masif. Foto/Dok

JAKARTA - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 1 April 2026 tepat menginjak usia keenam tahun. Dalam enam tahun perjalanan memberikan layanan trading dan investasi aset crypto untuk masyarakat Indonesia, PINTU menorehkan berbagai prestasi membanggakan sambil terus menghadirkan inovasi dan komitmen untuk meningkatkan edukasi mengenai aset crypto dan teknologi blockchain ke seluruh lapisan masyarakat.

SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra mengungkapkan, memasuki tahun keenam, kami melihat industri crypto di Indonesia semakin matang, baik dari ekosistem yang semakin lengkap, regulasi yang semakin jelas, hingga adopsi yang semakin masif. Hal ini juga tercermin dari peningkatan signifikan jumlah unduhan aplikasi PINTU yang kini telah mencapai lebih dari 11 juta kali.

"Selain itu performa produk PINTU juga terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2026, PINTU telah menghadirkan hampir 400 token, termasuk lebih dari 40 token dalam kategori tokenized asset. Di samping itu, jumlah pengguna terdaftar tumbuh 79,29%, pengguna aktif meningkat 38,37%, serta pengguna trading naik 25,86% secara year-on-year (YoY), dengan volume transaksi yang juga menunjukkan tren kenaikan,” terangnya.

Baca Juga: Pintu Pro Futures Versi Web Hadir Tingkatkan Pengalaman Investasi Aset Kripto

Andy menambahkan, “Di sisi derivatif, Pintu Futures juga mencatat kinerja yang sangat solid. Pada Kuartal I 2026, Pintu Futures menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah pengguna yang telah terverifikasi (KYC) meningkat hingga 401,00%, diikuti pertumbuhan pengguna existing sebesar 208,71% serta frekuensi order yang naik 91,61% dan disertai dengan volume transaksi dengan pertumbuhan positif,”

Di Indonesia, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan sepanjang tahun 2025 volume transaksi aset crypto menyentuh Rp482,23 triliun dengan jumlah investor mencapai 20,19 juta orang. Meski dari segi transaksi mengalami penurunan dibanding periode tahun sebelumnya, secara adopsi jumlahnya tetap mengalami peningkatan.

Read Entire Article
Aceh Book| Timur Page | | |