loading...
Langkah visioner ini menandai berakhirnya fase bertahan (survival mode) perusahaan dan dimulainya ambisi Krakatau Steel untuk memimpin pasar baja global dengan mentalitas juara. Foto/Dok
JAKARTA - Raksasa baja nasional, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memperkenalkan strategi transformasi besar-besaran bertajuk KRAS Reborn. Langkah visioner ini menandai berakhirnya fase bertahan (survival mode) perusahaan dan dimulainya ambisi untuk memimpin pasar baja global dengan mentalitas juara.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan menegaskan, bahwa momentum ini adalah titik balik untuk membangkitkan kekuatan besar yang selama ini terpendam di dalam tubuh BUMN baja tersebut. Inisiatif ini merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Dukungan Danantara Mendorong Percepatan Pemulihan Krakatau Steel
"Melalui KRAS REBORN, kita secara resmi meninggalkan pola pikir bertahan. Kita mulai melangkah dengan mentalitas juara yang berlandaskan kolaborasi tanpa batas serta standar kualitas kelas dunia," tegas Dr. Akbar Djohan dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Arsitektur Transformasi Krakatau Steel
Strategi KRAS REBORN memposisikan energi organisasi dan ketangguhan mental talenta sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Resilient Mindset dan Execution Excellence, setiap insan perusahaan dipacu untuk menghasilkan kinerja optimal di tengah dinamika industri.
Transformasi ini merevolusi SDM menjadi Business-Driven People yang didukung penuh oleh kelincahan organisasi (Organizational Agility). Dengan menjadikan Renewal through Innovation sebagai motor penggerak, seluruh upaya ini bermuara pada satu visi kolektif: mewujudkan Krakatau Steel sebagai National Pride with Global Standards melalui pencapaian KPI yang terukur dan akuntabel.


















































