loading...
Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Juli Oktarina. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menuntaskan fase penting transformasi bisnisnya di 2025 dengan melakukan penataan ulang portofolio secara menyeluruh ke sektor rendah karbon. Langkah strategic repositioning ini diambil TBS untuk memperkuat fondasi keuangan dan membangun struktur bisnis yang lebih resilien serta berdaya saing global.
"Setelah strategic repositioning pada fondasi bisnis kami di 2025, kami antusias menyambut tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan Perseroan - pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik- yang merupakan layanan esensial dengan potensi pertumbuhan yang kuat di Indonesia dan mancanegara," ujar Direktur TBS, Juli Oktarina, dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: TBS Tegaskan Komitmen Bisnis Berkelanjutan lewat Identitas Baru
Sepanjang 2025, TBS melakukan penataan ulang portofolio secara menyeluruh melalui langkah strategic repositioning guna memperkuat fondasi keuangan dan membangun struktur bisnis yang lebih resilien. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas neraca serta menggeser fokus bisnis menuju sektor dengan profil pendapatan yang lebih stabil dan valuasi jangka panjang yang lebih tinggi.
Perusahaan dari sisi operasional tetap mencatatkan kinerja yang solid dengan EBITDA Disesuaikan sebesar USD47,2 juta. Posisi kas juga tercatat sehat sebesar USD102,3 juta atau meningkat 15% dibandingkan tahun 2024, yang menunjukkan disiplin eksekusi perusahaan di tengah perubahan komposisi portofolio bisnis.
Tonggak strategis lainnya pada 2025 adalah penyelesaian akuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Akuisisi ini memperkuat posisi TBS sebagai salah satu pemain utama dalam pengelolaan limbah di Singapura sekaligus memperluas kapasitas aset perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan jangka panjang.


















































