loading...
FSPPB menyambut RDMP Balikpapan sebagai momentum strategis mengembalikan Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir. Foto/Dok
BALIKPAPAN - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyambut peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai momentum strategis yang sejalan dengan perjuangan FSPPB untuk mengembalikan Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir.
FSPPB menilai penggunaan istilah "Infrastruktur Energi Terintegrasi" dalam peresmian RDMP Balikpapan bukan sekadar penamaan proyek, melainkan mencerminkan arah kebijakan strategis pengelolaan energi nasional yang harus "terintegrasi". Integrasi rantai nilai energi dipandang sebagai kunci utama dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada energi Indonesia.
Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Harus Didukung untuk Mengurangi Impor BBM
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan nilai investasi sekitar USD7,4 miliar ini secara signifikan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Peningkatan kapasitas ini memperkuat struktur industri pengolahan nasional yang terhubung langsung dengan sektor hulu, hilir, serta industri petrokimia.
Beroperasinya Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi bukti nyata terwujudnya infrastruktur energi terintegrasi. Fasilitas ini memungkinkan residu minyak diolah menjadi BBM berkualitas Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus menghasilkan LPG, propylene, sulfur, serta produk petrokimia bernilai tambah tinggi.

















































